Pembelajaran Bahasa

Ketika para ahli bahasa berusaha untuk mengembangkan kualitas pembelajaran bahasa pada akhir abad kesembilan belas, mereka mengacu pada prinsip-prinsip umum dan teori yang berkaitan dengan bagaimana bahasa itu dipelajari, bagaimana pengetahuan bahasa itu direpresentasikan dan diorganisasikan di dalam memori, atau bagaimana bahasa itu sendiri dibentuk. Para ahli linguis terapan mengelaborasikan prinsip-prinsip dan pendekatan yang dapat dipertanggungjawabkan secara teoretis ke arah desain program pengajaran bahasa, mata pelajaran, materi pembelajaran. Meskipun demikian, banyak hal praktis yang khusus dibiarkan dikerjakan oleh pakar yang lain. Mereka mencari jawaban yang rasional seperti yang berkaitan dengan prinsip seleksi dan pengurutan kosakata dan tata bahasa.
Jika kita kaji secara cermat perubahan-perubahan paradigma dan pandangan pendidikan, maka kita dapat melihat adanya tuntutan terhadap perubahan proses pembelajaran yang menuntut terjadinya proses pembelajaran diri dan pengembangan potensi-potensi peserta didik secara holistic melalui proses pembelajaran yang dilakukan setiap guru. Dalam pembahasan pembelajaran, pengkajian yang mendalam tentang paradigam konstruktivisme merupakan suatu tuntutan baru di tengah terjadinya perubahan besar dalam memaknai proses pendidikan dan pembelajaran.
Perkembangan belajar dan pembelajaran dewasa ini semakin pesat, seiring semakin banyaknya sumber ilmu yang baru. Khusus pembelajaran bahasa memunyai kekhasan tersendiri karena menyangkut hal yang inti dalam memelajari setiap ilmu formal yang didapat melalui proses membaca suatu bahasa lisan. Hal ini menuntut pengkajian yang lebih mendalam berkenaan dengan sumber dari pembelajaran bahasa tersebut. Sebagaimana pandangan konstruktivisme, bahwa belajar merupakan suatu proses mengkonstruksi pengetahuan melalui keterlibatan fisik dan mental siswa secara aktif. Selain itu, belajar juga merupakan suatu proses mengasimilasikan dan menghubungkan bahan yang dipelajari dengan pengalaman-pengalaman yang dimiliki seseorang sehingga pengetahuannya tentang objek tertentu menjadi lebih kuat.

Pentingnya mengkaji metodologi pembelajaran bahasa merupakan suatu yang urgen untuk dilakukan. Hal ini menyangkut tujuan akhir bahwa berhasil tidaknya pembelajaran bahasa yang diterapkan akan berdampak pada keseluruhan pembelajaran ilmu lainnya. Oleh karena itu, perlu dikaji terlebih dahulu hakikat dan fungsi dari metodologi pembelajaran bahasa. Kajian ini akan memengaruhi kelanjutan dari perkembangan pembelajaran bahasa, baik dari sisi teori, pendekatan, metode, strategi, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan proses pembelajaran bahasa itu sendiri.

Sekolah Walisongo Bekasi hadir untuk memberikan berbagai macam pembelajaran bahasa, seperti :

  1. Bahasa Indonesia
  2. Bahasa Inggris
  3. Bahasa Sunda
  4. Bahasa Arab

Dengan didukung tenaga pendidik dari masing-masing bidangnya yang berkompeten dan berkarakteristik, karakteristik adalah suatu sifat atau karakter yang baik yang harus dimiliki atau dikuasai oleh seorang pendidik untuk menghasilkan suatu generasi yang bermartabat dan berahlak. karakteristik yang dimaksud adalah menguasai kurikulum, menguasai materi yang di ajarkan, terampil menggunakan multi metode pembelajaran, mempunyai prilaku yang baik, memiliki kedisiplinan dalam arti yang seluas-luasnya, mampu berkomunikasi

Foto Loading . . .

WhatsApp chat